Tambora Menyapa Dunia

5 April 2005 mendatang, Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memasuki usia 200 tahun meletus. Letusan Tambora saat itu menewaskan sekitar 91.000 orang. Tiga kerajaan yang berada di kaki gunung, yakni Sanggar porak poranda, sedangkan Kerajaan Tambora dan Pekat hancur tak tersisa.

Letusan itu itu memuntahkan material kurang lebih 150 miliar meter kubik, sehingga memunculkan kawah sedalam 1.100 meter dengan diameter seluas 6,2 kilometer. Tinggi kepulan asap Tambora mencapai 43 kilometer. Abu vulkanik jatuh hingga di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Gemuruhnya pun terdengar hingga di Sumatera atau sekitar 2.600 kilometer dari Tambora. Bahkan, kuatnya letusan tersebut memangkas ketinggian Tambora dari 4.200 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 2.700 mdpl.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar acara Tambora Menyapa Dunia yang puncaknya diselenggarakan pada 10 April 2015. Beragam pertunjukan budaya akan disajikan untuk mengenang 200 tahun letusan Gunung Tambora.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar acara Tambora Menyapa Dunia yang puncaknya diselenggarakan pada 10 April 2015. Beragam pertunjukan budaya akan disajikan untuk mengenang 200 tahun letusan Gunung Tambora.

Kegelapan berlangsung selama lebih dari dua hari hingga radius kurang lebih 600 kilometer dari puncak gunung. Semua tumbuhan dan hewan pun mati. Pulau Sumbawa pun diliputi kegelapan. Masyarakat di Bima, Dompu dan wilayah lain di Sumbawa yang lolos dari maut saat itu menderita luar biasa. Sejumlah penyakit menyerang mereka, sebab air yang diminum terkontaminasi material berancun dari abu vulkanik.

Kisah piluh yang terjadi 200 tahun silam itu terus membekas di kalangan masyarakat Pulau Sumbawa, dan Nusa Tenggara Barat umumnya. Cerita dari mulut ke mulut tentang letusan Gunung Tambora tersebut seolah tidak berkesudahan. Masyarakat Sumbawa, dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya sulit melupakan kisah letusan Gunung Tambora pada tahun 1815. Mereka selalu mengenang peristiwa itu untuk selalu mawas diri.

Promosi Sumbawa

Sadar akan hal tersebut, maka memasuki 200 tahun meletusnya Gunung Tambora dianggap perlu diperingati khusus.

Pertimbangannya, antara lain saat ini sejumlah gunung api semakin sering meletus. Bencana seperti itu bisa saja suatu saat menimpa Tambora. Untuk itu, semua masyarakat, terutama yang menetap di sekeliling Gunung Tambora diingatkan untuk selalu waspada sekaligus meningkatkan kesadaran tentang mitigasi bencana.

Biasanya masyarakat kita cenderung lupa dan lengah terhadap sebuah peristiwa. Apalagi peristiwa itu sudah lewat beberapa tahun. Melalui peringatan ini, kami ingin mengingatkan terus-menerus bahwa bencana selalu datang setiap saat. Karena itu, kita harus selalu siap setiap saat.

Selain itu, NTB memiliki dua pulau besar, yakni Lombok dan Sumbawa. Selama ini, Lombok sudah cukup popular dan menggeliat dengan sektor pariwisata sebagai unggulan utama. Setiap hari wisatawan domestic dan mancanegara berdatangan ke Lombok untuk berwisata. Di sana, ada pantai Senggigi, Pantai Kuta dan Gili Terawangan sebagai magnet menjaring wisatawan. Itu didukung pula kehadiran Bandara Internasional Lombok yang kini melayani puluhan penerbangan domestik dan internasional.

Sedangkan, Pulau Sumbawa bukannya tidak memiliki potensi. Di pulau seluas 14.386 kilometer persegi itu sesungguhnya merupakan “raksasa”NTB yang masih tertidur. Di sana, ada tambang emas yang saat ini digarap investor asing, PT Newmont Nusantara. Potensi lain adalah energi panas bumi, sentra budidaya sapi nasional, budidaya udang, dan salah satu sentra produksi padi. Bahkan, pesisir selatan Dompu termasuk salah satu titik terbaik untuk berselancar.

Karena itu, melalui peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora, pemerintah NTB ingin mempromosikan Sumbawa. Kami ingin ke depan, Sumbawa dapat berkembang lebih cepat agar bisa sejajar dengan Lombok. Sekarang kesempatan itu datang, dan kami ingin memanfaatkan secara optimal.

Sumber Berita: http://tamborachallenge.com/trip/about-tambora/

Sumber foto: http://indonesia.travel/id/event/detail/1039/tambora-menyapa-dunia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s