#FloresTrip: Meet the KOMODO !!

Loh Buaya, Pulau Rinca, merupakan lokasi pusat kunjungan wisatawan yang mau melihat komodo, si reptil purba raksasa dari jarak “dekat” di habitat aslinya. Selain di Pulau Rinca, ada beberapa pulau lagi habitat komodo di dalam TN Komodo ini yakni di Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, dan juga pulau-pulau lain yang lebih kecil. Meskipun demikian, komodo tak lagi ditemukan di Pulau Padar, jadi yang mau trekking di Pulau Padar, Insha Allah, aman (huuuff…). Luas TN Komodo sendiri mencapai 173 ribu hektar meliputi wilayah darat dan lautan. Hey, komodo bisa berenang lhoo.. Ati-ati yaa kalau lagi snorkeling di area ini.. Gak deng, katanya sih sudah jarang ditemukan komodo yang asik berenang di spot snorkeling di area TN Komodo ini 😀

IMG_5305Bersebelas di Dermaga Loh Buaya

file000483Our boat

Kawasan ini ditetapkan menjadi TN Komodo sejak tahun 1980. Kemudian ditetapkan pula menjadi salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Beberapa tahun lalu, tepatnya 2011, kawasan ini masuk dalam The New 7 Wonders, bersama dengan Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain.

IMG_0633_OKLoh Buaya sendiri merupakan kawasan yang berbukit dengan hutan hujan, padang savanna, dan pantai.

file000335file000339Inget, Komodo bukan Komedi, apalagi Komedo.. Hahahaadeuhh.. :p

Komodo sendiri merupakan hewan berjenis reptil purba yang kini terancam punah. Oleh karena itu, Taman Nasional Komodo dibangun untuk menjaga habitat asli, meneliti, dan melindungi komodo dari kepunahan. Saat kami ke sana, ranger (sebutan untuk guide di TN Komodo) mengatakan total tersisa dua ribuan komodo tersebar di area TN Komodo, terutama di hutan hujan, area savanna, dan di pinggir pantai. Komodo adalah hewan karnivora atau pemakan daging, termasuk bangkai binatang yang sudah mati. Umumnya mereka hanya memakan sesama hewan pula, tapi kalau ia sangat lapar atau ada kondisi yang menyebabkannya menjadi lebih agresif, ia bisa pula menyerang manusia. Jangankan pengunjung atau peneliti, komodo pun beberapa kali menyerang sejumlah ranger.

file000364Si Kolor Ijo lagi bermales-malesan di walking track. Komodo satu ini diberi tanda cat hijau di tubuhnya karena sudah menyerang korban dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya ranger di TN Komodo sendiri 😥 Itu penampakan Bendi, guide kami.

file000358See that monkeys? Itu hewan makanannya si komodo. Mereka dan juga hewan-hewan hutan lain seperti ular, babi hutan, burung, dll dibiarkan hidup bebas untuk (secara bebas pula) dimangsa oleh komodo. TN Komodo memang tidak secara khusus memberikan santapan secara rutin kepada komodo, katanya mah biar gak ngemanjain komodonya. Ntar makin males nih hewan disuapin makanan, jadi memang dikondisikan senatural mungkin di habitatnya. So, kalau lapar mau makan, buru sendiri mangsanya, berantem rebutan dulu antar sesama komodo.

file000368Salah satu komodo lagi “bersantai” di depan guest house. Pintu itu harus selalu tertutup, pintu kamar, pintu dapur, pintu kantor TNK.. Ya agar komodo gak nyelonong masuk. Bahaya!!

Komodo ini hewan pemalas, kata ranger kami. Setiap hari hanya tidur-tiduran saja, slow moving. Tapi, kita manusia harus terus waspada pada setiap komodo yang kami temui. Memang terlihat sangat malas, tapi bisa jadi ia sedang berkonsentrasi mengincar mangsanya. Kelihatannya anteng ga bergerak, dalam sekejap tau-tau bisa berlari mengejar mangsa. Uniknya, komodo menggunakan lidah untuk mencium bau, hingga jarak 5 kilo. Dan di lidahnya itu berlumur air liur dengan segambreng bakteri yang mematikan. Jadi kalau kena gigit, bukan robekannya yang mematikan, melainkan bakteri yang terkandung di air liurnya yang bikin mati. Gila emang nih hewan purba satu! Gokils!

IMG_0645_OKBeberapa sisa santapan komodo

Untuk para perempuan, please note, jangan kemari saat lagi haid. Kalaupun pas kebetulan lagi haid, stay ajah di kapal ya! Ya sayang sih, udah jauh-jauh ke Flores tapi ga ketemu Komodo, tapi lebih sayang nyawa kan yah?! Hehehe… Kalau masih sempat, coba pergi ke apotek beli obat untuk memperlambat datangnya haid. Kebetulan reptil purba satu ini cukup sensitif dan bisa jadi agresif kalau mencium bau darah.

file000342Jalan setapak menuju kantor TNK dan walking track TNK

IMG_7416Ibu calon menteri foto dulu depan kantor TNK :p

Turun di dermaga, kami disambut seorang guide lokal TN Komodo untuk mengikuti jalan setapak menuju kantor TNK. Setelah melapor di kantor TNK, kami melanjutkan trekking ditemani oleh seorang ranger. Ia membawa kami ke sebuah papan berisi peta Loh Buaya dan lima pilihan jalur trekking (2 short trekking, 2 medium trekking, dan 1 long trekking). Selain meminta kami untuk memilih jalur trekking yang ingin kami lewati, ranger juga memberikan brief singkat mengenai Dos and Donts selama berada di kawasan Loh Buaya ini. Sebagian dari kami memilih jalur trekking paling pendek (karena masih berasa capek trekking tiga jam pagi hari tadi).

Ini ranger kami (saya lupa namanya -__-*) lagi ngasih brief singkat soal lima pilihan jalur trekking yang bisa dilalui.

???????????????????????????????Kami yang banyak nanya ini itu dan bapak ranger yang gak lelah ngasih brief singkat DOs and DONTs selama di area TNK ini.

Di area ini pula, terdapat cafetaria, dapur, dan guest house. Belum jalan trekking, kami sudah bertemu sekumpulan img_0656_ok (1)komodo sedang bermalas-malasan di bawah dapur. Ya, aroma masakan tak hanya menggoda hidung manusia, komodo pun betah berada di dekat area dapur. Bagi yang juga malas ikut trekking, bisa stay nunggu di cafetaria sambil menonton sekumpulan komodo di dekat area dapur. Tapi jangan berharap banyak di cafetarianya karena hanya menjual snack ringan, minuman kemasan, mie instant kemasan (tidak bisa sekalian dimasakin), juga beberapa aksesoris buah tangan seperti kaos, stiker, gantungan kunci, boneka ala TN Komodo. Kalau tujuan utama kemari hanya mau lihat komodo saja sih ya sudah terpenuhi nih tanpa trekking yang short trek pun.

file000374Ini dapur. Lihat apa yang lagi gegoleran bermalas-malasan di bawahnya!!

file000430Ini si Kolor Ijo, lihat tanda di badannya. Kecil amatan yak, tapi ya mungkin nandain gitu aja juga susah bin ngeri sik.. Hiii…

Rombongan kami pun mulai berjalan. Baru seratusan meter berjalan, kami sudah tiba area liang telur komodo. Pada spot ini, komodo betina menyimpan dan menetaskan telur-telurnya. Musim menikah bagi komodo hanya setahun sekali. Komodo adalah hewan yang setia, tidak suka berganti-ganti pasangan, kecuali pasangannya mati dimangsa komodo lain ia cenderung tak berganti pasangan. Setia, sekaligus jahat juga. Jika sedang lapar dan ga ada mangsa, telur-telur komodo saat menetas bisa langsung disantapnya. Eeerrgghh! Kejam!

file000393Salah satu liang penyimpanan dan penetasan telur Komodo. Kata ranger, pada saat kami ke sana, bukan di masa kawin dan nyimpen telur jadi itu liangnya juga kosong. Bikin liang ini juga tidak mudah bagi Komodo, mereka mesti rebutan ama hewan lain dan juga dengan sesama komodo. Arti “rebutan” bagi komodo itu ya bertarung nyawa, yang survive tetap hidup lah yang akan dapet hal yang direbutkan (liang telur, komodo betina, mangsa, dll).

file000452Salah satu anak komodo usia di bawah satu tahun lagi asik tiduran di atas pohon. Ini kami temukan di pohon tepat depan kafetaria.

Anak komodo yang baru bertelur secara otodidak belajar memanjat pohon untuk survival, menghindari komodo-komodo dewasa lapar yang bisa memangsanya. Selama baru menetas hingga usia dua tahun, anak-anak komodo akan langsung terpisah dari orangtuanya dan survive sendiri di atas pohon.

file000420file000396Aslik deh, ngeliat mereka ini jalan-jalan, ngerinya setengah matik! Gak kebayang mereka lari. Duh, bisa pingsan di tempat kali gw.. hehehe..

Kalau suatu hari ketemu komodo dengan perut menggembung lagi asik tidur-tiduran di bawah matahari yang lagi menyengat, kemungkinan besar dia lagi “masak”. What? Gimana maksudnya? Kalau manusia mau makan daging kan biasanya dimasak dulu yaah di kompor. Kalau komodo masaknya saat itu daging udah ada di dalam perutnya. Agar dapat dicerna lebih baik, ia akan mencari tempat yang panas dan tidur-tiduran di sana. Komodo mah ga setiap hari makan, jadi makanannya disimpan dan dicerna secara bertahap di dalam lambungnya.

IMG_7482Lihat muke saya, super ngeriii…. 😀

IMG_7500Saya dan beberapa teman rasanya sudah puas berjalan sampai di liang bertelurnya komodo. So, kami berjalan balik ke arah dapur untuk motret komodo di sana. Sementara itu, lima dari kami meneruskan trekkingnya. Bravooo kakak Setian, Tasya, Siska, Felona, dan Anita!! Mereka berhasil menyelesaikan short trekking full dan menemukan view yang luar biasa di atas bukit Loh Buaya! Very recommended untuk menyelesaikan full track (mau yang pendek, medium, maupun yang panjang).

IMG_0700_OKView dari atas bukit Loh BuayaIMG_0713_OKMereka yang berhasil menyelesaikan short track.. Wooohoooo!!

Untuk berfoto bersama komodo diperlukan keberanian tingkat tinggi. Saya sendiri hanya berani paling dekat sampai radius dua meter, hohoho… Bulu kuduk berdiri mulu, apalagi kalau komodonya lagi berjalan atau menatap tajam ke arah kita, hii… Terima kasih untuk Bendi, our guide, yang mau bantu foto-fotoin komodo dalam jarak yang lebih dekat lagi.

IMG_0656_OKLama kelamaan, berani juga foto dari jarak segini… Thanks Bendi! 😀

???????????????????????????????

Sampai jumpaaa lagii, Komodos…

*Some photos courtesy of Tasya, Anita, and Mas Dito.

 

Sumber foto dan Berita: http://adzaniah.com/2015/03/17/komodotrip-meet-the-komodo/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s