Kota Serambi Mekah dan segala keindahannya

Perjalanan keliling Indonesia memasuki provinsi ke-30 pada hari selasa, 10 Desember 2013. jujur saja secara pribadi saya sangat menunggu untuk segera berada di tanah ini. iya, saat saya ingin berangkat haji di Mekah dan belum memiliki biaya yang cukup. minimal saya bisa berkunjung ke serambinya.

Setelah subuh menuju Masjid Baiturrahman yang dimana saat tsunami melanda tidak ada sedikitpun bangunan yang rusak

Keindahan Masjid Baiturrahman Aceh

Hanya 2 hari di provinsi ini dan hari pertama harus mengisi seminar membuat saya tidak terlalu banyak mengeksplore kota ini. tetapi di malam hari pertama disempatkan untuk kuliner mie aceh di Mie turis. dari hotel kami menuju tempat makan itu menggunakan bentor. dan di hari kedua bersama Mas Inung (Jurnalis dari MNC) diantar bang Adi menyusuri Banda aceh dengan betornya.

Coba nyetir bentor milik bang Adi

Kunjungan pertama adalah di Masjid Baiturrahman yang megah dan indah, disana tumbuh 3 pohon kurma dan keindahan menara yang menutupi sedikit terbitnya sang fajar diufuk timur Aceh

Matahari yang muncul di ufuk timur dibelakang menara Masjid baiturrahman Aceh

Selanjutnya perjalanan menuju Kapal Tsunami Lampulo, masih tergambar diingatan kita bagaimana Tsunami memporak -porandakan kota ini, terjadi 26 Desember 2004. Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3,316LU 95,854BT kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh (Sumber wikipedia)

Di Kapal Tsunami Lampulo ini kita bisa melihat bagaimana sebuah kapal berada diatas sebuah rumah, sampai saat ini tempat ini menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang berkunjung di Aceh. karena masih pagi dan bukan akhir pekan belum ada pengunjung yang datang, sehingga kami bisa melihat dan foto-foto dengan leluasa

Kapal Tsunami Lampulo Aceh, saksi betapa besarnya tsunami yang menyapu Aceh

Kapal Tsunami Lampulo tampak dari depan

Perjalan selanjutnya ke Kapal PLTD Apung yang terbawa Tsunami sampai 5 kilometer dari laut. sayang waktu kesana masih tutup, sehingga kami tidak bisa masuk kedalam untuk mengabadikan saksi sejarah itu. tetapi foto2 dari luar pagar masih bisa dilakukan

Kapal PLTD Apung I yang terbawa Tsunami sejauh 5 kilometer dari laut

Karena kami tidak dapat masuk ke area dan kami harus buru-buru mengejar penerbangan ke Jakarta maka perjalan selanjutnya adalah menikmati kopi Aceh yang terkenal itu, karena menurut teman-teman penikmat kopi apabila ke Aceh tidak menyempatkan menikmati kopi akan terasa hambar. jadi perjalanan dilanjutkan di kedai kopi 24 jam yang terkenal disana yaitu Dapu Kopi.

Kopi hitam yang nikmat di Dapu kopi Aceh

Kopi ini memang enak banget, karena kami sudah keliling 30 provinsi dan mencoba beberapa aneka kopi dari provinsi lain, seperti kopi bengkulu, kopi pontianak, kopi joas di Ambon, kopi NTT, kopi Toraja. memang kopi aceh ini nikmat sekali. hanya buat yang punya riwayat sakit lambung harus berhati-hati minumnya. saran saya lebih baik makan dulu.

Suasana jalanan di Aceh di waktu pagi

Setelah menikmati kopi di kedai dapu Kopi bersama mas Inung (wartawan MNC) dan Mas Adi (supir bentor) akhirnya perjalan dilanjutkan ke hotel tempat kami menginap. karena setelah dari aceh saya akan kembali ke Jakarta, lalu meneruskan penerbangan ke Makasar. dan besok paginya harus menuju Mamuju.

ada kalimat yang selalu saya ucapkan dalam setiap kunjungan dalam suatu daerah atau suatu kota di Indonesia termasuk di Aceh ini, yaitu kalimat “Alloh Akbar” yang artinya Alloh Maha besar. Saya selalu kagum dengan apa yang diciptakan Tuhan khususnya untuk Indonesia. Betapa disudut kota Manapun Tuhan selaliu menjadikan Indonesia adalah surga. jadi buat anak muda Indonesia kenali negaramu dan jaga agar tidak hilang keindahan yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kita bangsa Indonesia

#janganlelahmencintaiIndonesia

@AgungpumA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s